gerimis menghunjam,
membakar pagi dengan anyir darah
aku meratap dalam diam,
dipangku waktu yang lapar
ketika tuah kepayang riuh terkapar

mentari kusut,
menangis di sudut langit
aku melafal aksara purba,
dirangkai menjadi doa-doa
di setiap jejak yang hilang makna
pagi masih merintih,
aku mendaras kalimah perih
Sumenep, 13/03/2022.
