Lembang Uluway, Desa Multikultural di Tana Toraja

Tana Toraja adalah salah satu wilayah yang memiliki miniatur keberagamaan di Indonesia. Berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Tana Toraja memiliki luas wilayah 2054,30 km² dengan jumlah penduduk sekitar 291.046 jiwa.

Suku Toraja mendiami wilayah dataran tinggi dengan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menjaga tradisi leluhur. Masyarkat Tana Toraja merupakan masyarakat yang multikultural, terutama masyarakat Lembang Uluway. Alasanya, karena masyarakat memeluk agama yang beragam. Ada yang Islam, Kristen, atau bahkan agama kepercayaan masyarakat setempat yang dikenal dengan istilah Aluk Todolo, yang merupakan agama kepercayaan asli masyarakat Tana Toraja jauh datangnya Islam dan Kristen.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Asal usul nama Uluway diambil dari dua suku kata, yaitu ‘’ulu’’ berarti kepala dan ‘’way’’ berarti air. Secara harfiah berarti kepala air. Kepala air ini bermakna suatau daerah yang berlimpah air sehingga menghidupkan lingkungan sekitarnya, baik manusia, tumbuhan, maupun hewan.

Keberlimpahan air dan sumber daya alam menjadikan tempat ini sebagai lembang (desa). Mata pencaharian masyarakat Uluway rata-rata sebagai petani dan peternak. Dengan keberlimpahan sumber daya alam, mereka bisa hidup makmur.

Tanaman yang dijadikan mata pencaharian petani adalah kopi, cengkeh, kakao (coklat), dan padi. Sementara, ternak yang utama adalah sapi dan kerbau. Mengapa dua hewan ini dipelihara masyarakat, karena daging dua hewan ini sangat enak sekali. Hal ini disebabkan pakan hewan yang alami dari alam seningga berpengaruh pada tekstur daging.

Tinggalkan Balasan