Lenyepaneun, Tafsir Bahasa Sunda ME Hasim

Setelah pensiun, ia kemudian kembali mempelajari agama dan Bahasa Arab dan menulis berbagai buku seperti Grammer dan Exercise Elementary Grande, Hadis Penting Papadang Ati, Khutbah Shalat Juma’ah, dan masih banyak lagi lainnya termasuk tafsir Ayat Suci Lenyepaneun.

Moh E Hasim meninggal dunia pada usia 93 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin pada hari Minggu, 9 Mei 2009. Ia kemudian dimakamkan di Pemakaman Sirnaraga, Bandung Jawa Barat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tafsir Ayat Suci Lenyeupanen

Tafsir dengan nama Ayat Suci Lenyepaneun ini adalah kitab tafsir lima belas jilid yang menjelaskan makna dan kandungan ayat Al-Qur’an secara lengkap 30 juz dengan menggunakan Bahasa Sunda. Tafsir ini di tulis oleh ulama Nusantara yang masyhur di kalangan masyarakat Sunda, Moh E Hasim. Lenyepaneun sendiri berarti sesuatu yang didalami atau diresapi.

Tafsir Bahasa Sunda ini cukup digemari masyarakat terutama masyarakat Sunda karena gaya sastra dan Bahasa Sunda-nya yang sangat kental. Kitab tafsir ini menggunakan metode tahlili, di mana tiap ayat Al-Qur’an dianalisis dan dijelaskan secara mendalam. Sumber penafsiran pada kitab ini didominasi oleh sumber al-ra’yu atau pemikiran dan pendapat mufasir.

Tafsir ini merupakan tafsir kontemporer yang ditulis pada tahun 1986 M-1989 M. Tak heran jika corak yang dipakai pada tafsir ini adalah corak adabi wa al-ijtima’i atau sastra dan sosial kemasyarakatan. Kitab ini mudah diterima oleh masyarakat karena penafsirannya yang kerap kali menjadi problem solving dan merespons kebutuhan masyarakat kontemporer.

Bahasa yang digunakan oleh Moh E Hasim adalah Bahasa Sunda lancaran (sehari-hari) sehingga mudah dipahami oleh masyarakat Sunda pada umumnya. Meskipun demikian, Hasim tetap memberikan keterangan tambahan atas kata-kata yang digunakan pada bagian akhir kitab ini.

Tinggalkan Balasan