Literasi, Vaksin Terbaik Mencegah Virus Radikalisme

Kemudian dalam riwayat yang lain Nabi bersabda, “Celakalah orang-orang yang melampaui batas.” Nabi saw mengulang perkataan tersebut sampai tiga kali (HR. Muslim).

Beberapa hadis tersebut memberikan indikasi bahwa betapa Nabi Muhammad saw tidak menyukai mereka yang berlebih-lebihan bahkan dalam beragam (radikal).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Meski demikian, kita tidak bisa menafikan bahwa faktanya, dalam perjalanan sejarah, fenomena ekstrem radikal juga muncul di kalangan umat muslim. Hal itu bermula dari penolakan kaum khawarij terhadap tahkim hingga berujung pada pembunuhan sang Khalifah Sayyidina Ali bin Abu Talib yang merupakan sahabat, sepupu, sekaligus menantu baginda Nabi Muhammad saw.

Terbunuhnya Sayyidina Ali bin Abu Talib itu merupakan bukti konkret adanya radikalisme di dalam umat Islam. Peristiwa itu membuka mata kesadaran umat Islam bahwa betapa berbahaya paham radikalisme, dan betapa penting untuk tidak sekadar membaca atau menghafal –tetapi juga perlu mempelajari, menelaah, dan memahami– Al-Qur’an, baik sebagai teks maupun sebagai konteks.

Sebab, seorang Adurrahman Ibnu Muljam yang membunuh Sayyidina Ali bin Abi Thalib, diketahui ternyata adalah seorang penghafal Al-Qur’an.

Literasi dan Vaksinasi Radikalisme

Tinggalkan Balasan