Yang mengajarkanku bahwa surga itu ternyata bisa dipeluk, bukan hanya dirindukan dalam doa yang tulus.
Jika waktu adalah pedang yang akan memisahkan kita,

Biarlah ia memotong jarak, bukan memotong cinta.
Jika takdir adalah ombak yang akan menghanyutkanmu jauh dariku,
Biarlah aku menjadi pantai yang selalu setia menunggumu kembali kepadaku.
Nak, kau adalah mahakarya yang tak pernah bisa kuulang,
Kau adalah satu-satunya keabadian yang Tuhan izinkan kupeluk dalam dunia yang fana dan hilang.
Dan bila suatu hari aku menjadi debu dan namaku dilupakan oleh zaman,
Cintaku akan tetap hidup, menjadi bintang yang menerangi jalanmu di kegelapan.
DOA YANG BERJALAN DENGAN KAKI KECIL
Kau adalah doa yang menjelma menjadi manusia,
Berjalan dengan kaki kecil, membawa surga di dalam tawanya.
Kau adalah ayat yang turun di tengah malam yang paling sunyi,
Membuatku bersujud lebih lama, menangis lebih dalam, dan mencintai lebih suci.
Matamu adalah dua buah sumur yang tak pernah kering,
Tempatku menimba keteduhan saat dunia terasa begitu garing.
Tangismu adalah azan yang membangunkan jiwaku yang tertidur,
Mengingatkanku bahwa cinta adalah ibadah yang paling jujur.
Kau adalah taman yang tumbuh di dalam reruntuhan hatiku,
Di antara puing-puing luka, kau mekar menjadi bunga yang paling harum dan syahdu.
Kau adalah pelangi yang muncul setelah hujan badai yang paling dahsyat,
Menjanjikan bahwa setelah perih, akan ada indah yang tak pernah kulihat.
Kau mengajarkanku bahwa waktu adalah pencuri yang paling halus,
Ia mencuri kecilmu sedikit demi sedikit, tanpa pernah merasa malu dan culas.
Namun di setiap detik yang ia curi, ia meninggalkan kenangan,
Yang kusimpan di dalam dadaku seperti harta yang tak akan pernah hilang.
Jika kelak kau menjadi pohon yang menjulang ke langit,
Jangan lupakan akar yang diam-diam memelukmu di dalam tanah yang sunyi dan sakit.
Jika kelak kau menjadi burung yang terbang melintasi samudera,
Ingatlah, sarang pertamamu adalah pelukku yang selalu terbuka.
Nak, kau adalah doa yang tidak pernah selesai kuucapkan,
Karena setiap napasmu adalah amin yang Tuhan kabulkan.
Dan bila suatu hari aku tak lagi bisa menyebut namamu dalam doa,
