Ditegaskan, kerja sama ini juga menjadi bukti bahwa dakwah tidak lagi terbatas dari mimbar ke mimbar atau majelis ke majelis. Karena, di era digital ini, pesan keislaman bisa tersampaikan dengan berbagai macam media, salah satunya radio yang tentu mempunyai pendengar setia.
Dengan adanya sinergi antara dunia akademik dan media penyiaran, diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmunya dengan berdakwah dan bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Sehingga Ramadan pun menjadi semakin bermakna, tidak hanya bagi pribadi tapi  pengabdiannya juga bisa menjadi nilai kebaikan melalui udara,” ujar Salma.
