Suara itu datang lagi, berputar-putar seperti gasing
yang berkali-kali dilemparkan ke telinganya
hingga ia hafal dan tak lagi asing
menjelma adzan dan iqamah
/4/

Waktu memang tak berwujud
Dia, pun juga tidak, meski Ia menyebutkan alamat
sebuah tempat di antara dua urat, sangat dekat
sebagaimana sekarang dan kemarin dan mendatang
kehidupan dan kematian.
Begitulah tabiat waktu
sekali seseorang jadi dewasa
maka ia akan tahu
tapi tak semua orang tua jadi dewasa,
seperti anak-anak rindu yang menginginkan temu.
Di ruang tamu, ibu tabah menunggu
di beranda, sesungguhnya bapak
bernegosiasi dengan jarak.
/5/
Sebelum mereka bersekutu dengan surga
aku ingin mengingatkan sebuah kelakar
saat itu, hujan, di ruang persalinan
bapak-ibu mencuci kesabaran
aroma kematianku mengoar
ke sudut-sudut ruangan
mereka pasrah seperti pintu
tetapi pintu ditutup waktu
“Jangan dibuka, belum waktunya”
Udara kembali beredar
semua tertawa bersama debar.
Tulungagung, 2021.
SANTRI
/1/
Dengan sampan bersirip tegar
dan angin yang meniupkan sabar
/2/
