MALAM TIRAKATAN
Suara itu keluar tidak dari mulutnya
melainkan dari getaran kerinduan
tanah gersang kepada hujan
daun-daun kepada desir angin
yang menerjemahkan pertemuan

Ia lebih memilih duduk sendiri di sudut kamar
tengah malam di balik pintu, ia meramal hari dan kabar
dengan merapal ijazah kiai, membersihkan sarang
laba-laba di sudut hatinya, supaya tetap tenang dan terang,
sebagaimana samudera di bawah purnama.
Tulungagung, 2021.
TABIAT WAKTU
/1/
Dengan suara tangis, seorang bayi
meraba-raba gema yang tak henti-henti
di kedalaman dada bapak-ibunya
sebagaimana gemuruh petir di padang savana
yang berusaha menyampaikan salam langit pada dunia
/2/
Di pelukan ibunya, ia menikmati irama
lagu-lagu lama, hingga membawanya
ke altar yang luas tanpa cahaya
“Ingatla Aku, maka kau
bersamaKu setiap waktu”
/3/
Keteduhan dan semilir angin
menaunginya dari musim ke musim
seperti Muhammad didekap pohon sahabi
“Ingatlah Aku, maka kau
bersamaKu setiap waktu”
