Kau isap kretekmu dalam-dalam
Seolah abai pada gigil yang melumpuhkan
Kau rasakan darahmu bagai aliran sungai
Melewati bukit, hutan, dan perkampungan
Kau setuju bahwa sesal tak memberimu jalan pulang

Begitu hampa
Kau menoleh ke kiri dan ke kanan
Menahkikkan arah
Memastikan tak salah tujuan
Lagi-lagi kau sesap kretekmu sambil terpejam
Di dalam pejam
Kau melihat langit dengan kerangka bintang yang rumit
Ada kerlip kunang-kunang
Berlarian di antara kepingan sakit
Sumenep, 2020.
ilustrasi: pinterest.

suka puisinya bak
Wah, terimakasih sudah mampir dan membaca.