Manusia, Kalam, dan Alam Semesta

لكلام هو اللفظ المفيد المركب بالوضع

Kira-kira inilah lafazh yang pertama kali saya lantunkan dan saya pelajari dalam gramatikal Arab. Karya Syeikh Ash-Sonhaji ini yang menjadi dasar perkembangan nahwu di dunia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kalama tau kalimat adalah susunan dari kata-kata. Itu menurut KBBI. Menurut para sufi, kalam adalah cerminan hati. Menurut para filsuf, kalam adalah buah pikiran atau gagasan. Lebih jauh lagi, kalam versi langit ialah firman Allah.

Manusia diciptakan sebagai makhluk multidimensi, dia mampu mengarungi alam semesta yang maha luas. Apakah benar begitu?

Jika kita mengawali aktivitas mulai dari bangun tidur, sarapan, pergi bekerja, pulag lalu istirahat, itu merupakan aktivitas untuk survival yang sudah dimulai sejak dari nenek moyang dulu, baik disengaj atau tidak. Dan kita baru sadar bahwa kebiasaan setiap hari adalah sistem dari alam semesta.

Para filsuf sebelum kelahiran Nabi Muhammad telah memikirkan fenomena alam semesta; mengapa ia diciptakan; apa yang menyebabkan burung dapat terbang; kenapa angin tak nampak; dan pertanyaan-pertanyaan yang selalu terlintas tentang hal yang terlihat. Mereka selalu dibuat penasaran dengan apa yag terjadi di alam ini, siapa penyebab adanya malam, siang, gunung, laut?

3 Replies to “Manusia, Kalam, dan Alam Semesta”

Tinggalkan Balasan