Allah sengaja menjadikan bintang sebagai petunjuk penerang, tanpa bintang tersebut menyatakan langsung kepada manusia.
Sesungguhnya, binatang-binatang yang berkeliaran, tumbuhan-tumbuhan yang saling melambai, mempersembahkan dirinya kepada manusia untuk diambil manfaatnya.

Kalam yang dimaksud di awal tulisan ini adalah cara alam berkomunikasi dengan manusia melalui kalam Allah yang mulia. Dalam kesempatan yang langka Allah berbicara dengan Nabi Musa a.s, tepatnya di Gunung Tursina dalam surat an-Nisa ayat 164:
وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكۡلِيمٗا
Dari rantaian di atas manusia memiliki peran utama bagi alam semesta, dan alam semesta menundukkan dirinya atas perintah Allah dengan tujuan beribadah kepadanya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk multidimensi, dia mampu mengarungi alam semesta yang maha luas. Apakah benar begitu? (Saya tidak menemukan jawaban dari pertanyaan ini. Apakah benar atau tidak? Iya atau enggak?)
Terimakasih pak rusdi atas tanggapannya,, disini belum dijelaskan secara luas tentang manusia sebagai makhluk multidimensi,, Insya Allah akan dikupas di tulisan kedua,,
Salam hangat dari Depok pak,,