Manuskrip, Bukti Kuatnya Tradisi Literasi Santri

Salah satu hal yang menarik dan menimbulkan pertanyaan bagi sebagian orang adalah pada tahun tersebut belum ada kertas Eropa yang masuk ke wilayah tersebut. Pertanyaan tersebut dijawab oleh salah satu keturunan ulama di daerah tersebut saat wawancara. Bahwa, hubungan internasional antara Padangan dan Delhi dan Arab sangat kuat. Di Delhi ada Namanya Syekh Dahlawi, gurunya ulama Padangan (Syekh Abdurrahman Klothok).

Diceritakan pula konon Syekh Abdurrahman ketika ke Mekkah membawa peti besar, lalu membeli kertas di sana.  Kertas kosong itu kemudian digunakan menulis, lalu dibawa ke Indonesia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bahkan, Syekh Abdurrahman pernah rela menjual sapi untuk ongkos menuju Mekah. Maka, ketika ditemukan naskah yang tertulis di kertas Eropa sebelum kertas Eropa diimpor masuk ke Indonesia merupakan hal yang wajar saja, karena mereka sudah lebih dahulu membeli dari luar.

Beberapa fakta tersebut menunjukkan betapa kuatnya tradisi literasi santri sejak ratusan tahun yang  lalu, bahkan sebelum adanya kertas Eropa masuk.

Melihat warisan tak ternilai tersebut, sudah seharusnya bagi seorang santri meniru semangat berliterasi dari ulama terdahulu. Ketika pada zaman dahulu masih kesulitan dalam hal media, nyatanya telah ada budaya literasi yang sangat kuat, ada kewibawaan intelektual yang sangat kuat. Maka, di era yang semakin maju seperti sekarang, tradisi literasi santri harus semakin berkembang pesat. Harus semakin maju dibandingkan dengan masa-masa lalu.

Tinggalkan Balasan