Penulis memberi contoh pada kitab Matn az Zubad fi Ilm al Fiqh ‘ala Madzhab al Imam asy Syafi’i (Maktabah ats Tsaqofah: Makkah al Mukarromah) karya Syaikh Imam Ahmad bin Ruslan asy-Syafi’i. Di dalamnya memuat bahasan-bahasan fikih yang dirangkai berdasar nazham menurut ketentuan madzhab syafiiyah.
Dalam kitab ini, kajian mengenai bab nikah berada pada halaman 83, yang memuat materi mulai dari maskawin/mahar hingga perwalian. Apabila dilihat, bahasan kitab nikah ini berada setelah 8 kajian fikih yang ada dalam kitab tersebut, seperti bab Thoharoh, Shalat, Janaiz [pengurusan jenazah], Zakat, Puasa, Haji, Jual Beli, dan Faroidh. Hal ini menunjukkan bahwa bab nikah baru dibahas setelah bab-bab inti dan mendasar.

Selain itu, jauh sebelum membahas Matn az Zubad tersebut, biasanya para santri diperkenalkan dengan kitab fikih yang lebih sederhana, semisal kitab Matn Safinah an Najah (Darul Manhaj: Jeddah) karya Syaikh Salim bin Sumair al Hadhromiy. Dalam kitab ini, secara spesifik tidak membahas mengenai bab nikah. Ini bisa dilihat dari fihris (daftar isi) di halaman akhir kitab. Dan kitab ini umumnya dikaji para santri pada tahap awal dan mendasar.
Setelah itu, para santri mengaji kitab Fathul Qarib al Mujib (Dar Ibn Hazm: Beirut) karya Syaikh Muhammad Qashim bin Muhammad al Ghaziy. Kitab ini merupakan syarh atas karangan Syaikh Akhmad bin Husain bin Ahmad al Asfihani yang bertajuk Matn Ghayah wa at Taqrib (biasa disebut dengan kitab Taqrib). Dalam kitab Fathul Qarib, pembahasan mengenai nikah pun berada pada halaman 224 yang diawali dengan hukum nikah dan diakhiri dengan hukum perwalian. Kajian nikah dalam kitab ini dilakukan setelah 7 kajian fikih awal, yakni Thaharah, Shalat, Zakat, Haji, Jual beli; Muamalah, dan Faroidh.
Pada tahap selanjutnya, para santri biasanya melanjutkan kajiannya dengan kitab-kitab yang lain. Kitab yang dimaksud adalah dengan bahasan fikih yang cenderung sama, namun dengan kerumitan dan muatan yang lebih tinggi (mendalam). Contohnya adalah I’anah ath Tholibin, Fath al Mu’in, Fath al Wahab. Dalam hal ini, pembahasan mengenai nikah juga diteruskan hingga kajian Quratul ‘Uyun, Fath al Izar, dan masih banyak yang lain.
Fenomena Seminar Poligami dan Nikah Muda
