Maulid Nabi dan Aktualisasi Keteladanan di Era Digital

“Syukur kepada Allah swt terwujud dengan pelbagai jenis ibadah, misalnya sujud (mengerjakan shalat sunah), puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur’an. Adakah nikmat yang lebih besar pada hari ini dari kelahiran Nabi Muhammad saw, nabi kasih sayang,” (Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, Imam Jalaluddin As Suyuthi).

Selain itu, Imam Suyuthi mengatakan, “Adapun amalan yang dapat dilakukan pada hari maulid seyogianya dibatasi pada aktivitas yang dipahami sebagai bentuk syukur kepada Allah sebagaimana telah disebutkan, yaitu pembacaan Al-Qur’an, berbagi makanan, sedekah, menggubah (atau pembacaan gubahan) pujian atas akhlak Rasul, dan menggubah syair kezuhudan yang memotivasi hati orang untuk berbuat baik dan perbekalan amal akhirat.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Era millenial seperti saat ini keberadaan maulid nabi hendaknya menjadi momentum dalam melakukan aktualisasi perilaku dan akhlak Rasulullah Saw dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan maulid nabi di samping di aksanakan dengan kenduri dan sejenisnya, namun aktualisasi akhlak baginda nabi terlebih di era millenial ini menjadi hal yang sangat urgen.

Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menyampaikan risalah Allah SWT dan memberikan contoh perilaku-perilaku yang seharusnya dimiliki oleh umat Islam sekarang ini. Tapi fakta yang bisa kita temukan justru bertolak belakang. Masih banyak manusia yang bermusuhan bahkan saling menghujat antara sesama umat muslim, padahal Rasululah mengajarkan kita untuk saling menghormati, memaafkan, serta menjauhi sifat pemarah dan pendendam, karena pada dasarnya orang yang memiliki sifat pendendamlah yang menimbulkan pertikaian.

Kita sebagai umat Islam seharusnya dan sepatutnya bisa meniru junjungan dan teladan kita yakni baginda nabi SAW, dengan demikian kehidupan yang kita jalani ini akan terasa tenang dan aman.

Era digital dengan berkembang pesatnya teknologi, sangat banyak kita temui hoax atau berita palsu yang seakan-akan ingin memecahbelah umat Islam, apalagi sangat mudahnya untuk diakses. Akibatnya kita hanya bisa menilai tanpa tahu kebenaranya, merasa diri paling benar, menimbulkan rasa kebencian, sampai lupa akan perilaku Rasululah yang seharusnya dicontoh oleh umat Islam, dan segala perbuatan yang buruk haruslah dilawan dengan semangat meneladani perilaku Rasulullah SAW.

Tujuan kita generasi milenial dalam memperingati maulid nabi adalah untuk mengetahui lebih dalam sifat nabi dan diterapkan dalam kehidupan, lebih menyibukkan diri mencari ilmu agar tidak mudah terpengaruh hoax yang hanya akan menimbulkan kekacuan, menerapkan perilaku terpuji Rasululah dalam kehidupan serta menyebarkan semangat perdamaian.

Harapan maulid nabi pada kali ini ialah generasi milenial mampu menerapkan perilaku terpuji yang diajarkan oleh Rasululah SAW dan menjauhi pertikaian. Dengan berkembang pesatnya teknologi, diharapkan generasi milenial mampu memanfaatkan media sebagai alat untuk mempersatukan umat Islam dan umat lainya.

Tinggalkan Balasan