Mayoran, Tradisi Kebersamaan Santri

Menelisik hal tersebut tak heran jika melihat para habaib ataupun kiai yang tidak mau makan sendiri. Mereka menganggap makan sendiri sebagai suatu aib, sehingga ketika makan mereka selalu mengajak teman.

Hal tesebut selaras dengan hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Anas radiyallahu `anh bahwa Nabi tidak makan sendiri dan Nabi juga pernah besabda bahwa sebaik-baik makanan adalah yang terdapat banyak tangan yang memakannya. Maksud dari narasi tersebut adalah keberkahan tergantung pada banyaknya orang yang ikut menikmati makanan tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal inilah yang menjadi acuan para santri untuk selalu makan bersama. Maka, makan bersama atau mayoran ini mengandung ibrah untuk mambangun karakter kebersamaan dan kerukunan di kalangan santri. Santri yang satu tujuan, satu perjuangan, juga satu rasa dan masakan. Tidak ada perbedaan antara yang masak, yang belanja, ataupun yang mencuci wadah nantinya. Semuanya mendapat jatah yang sama dalam waktu yang sama. Hal ini menjadi metode untuk latihan tidak bakhil. Kekeluargaan antarsantri akan terus terpupuk sehingga sekadar perbedaan prinsip ataupun pendapat nantinya tidak akan menggoyahkan persatuan mereka.

Tinggalkan Balasan