Pada hakikatnya mayoran atau makan besama adalah bentuk rasa syukur. Makan bersama dengan wadah yang besar seperti nampan biasa dilakukan santri untuk merayakan suatu hal yang berkesan, misalnya ulang tahun, keberhasilan dalam suatu hal seperti khataman Al-Qur`an ataupun lulus ujian dan lain sebagainya. Namun, tak jarang santri yang selalu membudayakan makan besama, setidaknya sepiring dua orang. Hal ini menunjukkan bahwa santri setiap harinya selalu mengimplementasikan rasa syukur kepada sang Khalik melaui perbuatannya. Selain makan bersama, santri juga terbiasa minum sisa temannya. Hal ini mencerminkan sikap tawadhu` suatu santri.
Terasa indah bukan menjadi seorang santri? Segala yang dikerjakan mengimplementasikan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tak dimungkiri terkait makan bersama atau mayoran pernah diajarkan Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

عن وحشي بن حرب رضي الله عنه أن أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم قالوا: يا رسول الله إنا نأكل ولا نشبع ؟ قال: فلعلكم تفترقون قالوا: نعم قال فاجتمعوا على طعامكم واذكروا اسم الله يبارك لكم فيه رواه أبو داود
Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Daud tersebut disebutkan bahwa para sahabat Nabi bertanya mengapa jikalau mereka makan tidak mersakan kenyang. Nabi SAW pun akhirnya menyuruh untuk makan bersama dan membaca basmalah. Dengan cara itulah Allah akan menurunkan keberkahan. Anjuran dari Nabi tersebut dipegang oleh para sahabat dan keluarganya.
