Abdul Kholiq pun muncul dengan aliran baru dalam seni kaligrafi. Karena itu, banyak orang yang berebut untuk mengoleksi lukisan kaligrafi karya Abdul Kholiq baik di dalam negeri maupun di manca negara. Di market Place pun, kaligrafi karya Abdul Kholiq ditawarkan dengan harga mencapai ratusan juta rupiah.
Di dalam negeri, salah satu yang mengoleksi lukisan kaligrafi karya sang maestro ini adalah Zainal Arifin, warga nahdliyin di Medan, Sumatera Utara. Ada tiga lukisan kaligrafi yang dikoleksi Zainal Arifin, masing-masing berjudul “As Syura 19”, “Al-Falaq, dan “Allah”.


Zainal Arifin memperoleh lukisan itu pada 2004 ketika sang maestro menggelar pameran di Kota Boyolali, Jawa Tengah bersamaan dengan digelarnya Muktamar ke-31 Nahdlatul Ulama (NU) di sana.
“Begitu melihat lukisannya, langsung berdetak hati saya. Saya ingin memilikinya dan sekaligus ini sebagai jawaban untuk kata hati yang dapat mengartikan lebih dalam lagi tentang makna dan arti goresan-goresan lukisan kaligrafi yang imajinatif yang berlandaskan kalam Ilahi dari ayat-ayat suci,” kenang Zainal Arifin yang saat itu mengikuti Muktamar NU.
Selama hampir 20 tahun ini, ketiga lukisan kaligrafi karya sang maestro tersebut dipajang dengan anggun di kediaman Zainal Arifin. Namun, dengan berat hati, rupanya Zainal Arifin harus rela “berpisah” dengan ketiga lukisan kesayangannya tersebut. Ia harus menjual lukisan tersebut karena harus meneruskan pembangunan pondok pesantrennya.
