Melihat Program Tahfiz di MA DKI

Kedua, metode Kitabah. Ini merupakan suatu metode menghafal Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara menuliskan ayat-ayat yang akan dihafalkannya pada secarik kertas yang telah disediakan. Kemudian, ayat-ayat tersebut dibaca berulang-ulang sampai lancar dan benar, lalu dihafalkan.

Ketiga, metode Sima’i. Ini merupakan suatu metode menghafal Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara mendengarkan suatu bacaan ayat yang akan dihafalkan. Metode ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu, dengan mendengarkan bacaan dari guru yang membimbingnya dan merekam terlebih dahulu ayat-ayat yang dihafalkannya, kemudian didengarkan dengan seksama dan berulang-ulang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Keempat, metode Gabungan. Ini merupakan metode yang terdiri dari metode pertama dan metode kedua atau metode Wahdah. Dengan metode seperti ini, para pengfahal menghafal ayat-ayat sampai hafal, lalu setelah berhasil menghafal, para penghafal mencoba menuliskan ayat-ayat yang dihafal diatas selembar kertas.

Keempat, metode Jama’. Ini merupakan suatu metode menghafal Al-Qur’an dengan cara kolektif atau bersama-sama. Dapat dilaksanakan dengan cara membentuk suatu kelompok kecil sekitar 5-7 peserta didik, kemudian salah satu peserta didik di kelompok tersebut yang sudah dinilai fasih oleh guru pendamping, ditunjuk sebagai tutor sebaya. Kemudian dilakukan tadarus bersama, serta mengulang-ulang bacaan hingga hafal.

Dengan mencoba menerapkan metode-metode tersebut, insyaallah akan mempermudah para peserta didik dalam menghafal dan mencapai target hafalannya. Dapat dikatakan, metode-metode tersebut akan efektif dilaksanakan di MA apabila dilaksanakan dengan tekun oleh para peserta didik.

Tinggalkan Balasan