Data dan fakta-fakta historis tersebut juga dapat dijadikan rujukan untuk membaca arah suara nahdliyin pada Pemilu dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Misalnya, meskipun PKB telah berkoalisi dengan Partai Nasdem (dan mungkin PKS) dan mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dan wakil presiden, bisa dipastikan suara nahdliyin tak otomatis akan bergerak ke sana.
Dalam Pilpres 2024 nanti, misalnya, tak otomatis warga nahdliyin akan memilih pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), meskipun Cak Imin sendiri kader NU dan mengklaim telah memperoleh dukungan dari banyak kiai NU. Suara warga NU akan tetap tersebar ke mana-mana, ke banyak partai. Dan pilihan warga NU terhadap calon presiden dan wakil presiden juga tidak akan tunggal.

Hal ini terbukti, dalam banyak survei, tingkat elektabilitas PKB tak jauh-jauh dari angka 9 persen, dan keterpilihan Cak Imin sebagai calon wakil presiden tak pernah melampaui angka 1 persen. Hal tersebut juga terkonfirmasi oleh hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di kalangan pemilih warga NU. Survei berbasis pemilih NU ini dilaksanakan pada periode awal Agustus 2023 yang melibatkan 1.200 responden. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling.
Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, PKB bukan satu-satunya partai politik pilihan warga nahdliyin. Dalam proyeksi LSI Denny JA, suara PKB memang akan naik, tapi hanya di kisaran 11,6 persen. Yang akan menjadi pemenang tetap PDI Perjuangan, dengan raihan suara 21,9 persen. Berdasarkan hasil survei di kalangan pemilih warga NU tersebut, LSI Denny JA mengambil kesimpulan bahwa pemilih dari warga NU suaranya menyebar ke banyak partai, bahkan termasuk PKS yang secara ideologis “berseberangan” dengan NU.
Ini artinya, pertarungan memperebutkan suara pemilih dari kalangan NU tetap terbuka lebar, terutama bagi calon presiden-wakil presiden, meskipun PKB telah mengusung Anies Baswedan dan Cak Imin. Baik Anies Baswedan-Cak Imin maupun Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo tetap akan memiliki peluang dan kesempatan yang sama dalam memperebutkan suara warga nahdliyin.

One Reply to “Membaca Arah Suara Nahdliyin”