Setelah ketiga kali, Jibril kemudian mengajarkan wahyu pertama dari Surah Al-‘Alaq, ayat 1-5.
Dari cerita ini, kita dapat memahami betapa pentingnya membaca, karena membaca adalah salah satu jalan masuknya ilmu pengetahuan. Bahkan Nabi kita mendapatkan perintah dari Malaikat Jibril agar bisa membaca.

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam menjelaskan dengan jelas dalam teksnya tentang anjuran bagi setiap Muslim untuk berliterasi. Manfaat yang didapatkan dari literasi sangat signifikan. Literasi ibarat sedotan yang mengalirkan air dari dalam botol ke dalam mulut kita; literasi menjadi perantara masuknya ilmu pengetahuan ke dalam diri kita.
Literasi adalah jendela menuju dunia pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Dengan demikian, dalam Islam, pentingnya membaca ditegaskan melalui wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, menunjukkan bahwa pengetahuan dan pembelajaran adalah inti dari kehidupan seorang Muslim.
Dalam era modern ini, kemampuan literasi menjadi lebih penting dari sebelumnya, karena dunia kita semakin dipenuhi dengan informasi yang memerlukan analisis kritis dan pemahaman yang mendalam.
Meningkatkan literasi adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam menumbuhkan budaya literasi.
Dengan memperkuat kemampuan literasi, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup kita sendiri, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kita.
