Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (5)

Kata-kata Khadijah yang menenangkan itu menunjukkan kepribadiannya, karena kebersamaan dan keikhlasannya mendampingi suaminya selama ini telah menjadikannya sebagai salah seorang dari kelompok al-Hanifiyah pula, pencari kebenaran yang percaya pada keesaan Tuhan.

Khadijah yang tegar menghadapai kejadian yang dialami suaminya dan percaya sepenuhnya terhadap apa yang diceritakan suaminya serta perjuangannya demi menenangkan jiwa dan memperkuat suaminya, semuanya menunjukkan betapa agung pula pribadi Sayyidah Khadijah, Ummul Mukminin, ini.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Khadijah-lah yang lebih awal percaya terhadap semua yang diberitakan Nabi Muhammad, dan selanjutnya mendampingi beliau dalam menjalani perjuangan. Khadijah menapaki tahap demi tahap bersama Muhammad, mulai sejak pernikahan sebelum beliau menjadi Nabi sampai dengan peristiwa agung di Gua Hira, sehingga Khadijah yakin bahwa yang terjadi tidak lain adalah proses kenabian dan kerasulan.

Tulisan selanjutnya akan membuktikan penjelasan tersebut, di mana Khadijah punya inisiatif dan ide cemerlang untuk lebih menenangkan beliau, supaya beliau mengerti apa sebenarnya yang telah terjadi, yakni dengan mengajak Nabi menemui sepepunya, Waraqah.

Khadijah memiliki dada yang lapang untuk menerima segala keadaan suaminya dan tidak pernah ingkar atas apa yang disampaikan oleh suaminya. Ini menandakan bahwa Allah telah mempersiapkan Khadijah untuk menghadapi segala macam pengalaman pahit dan cobaan yang berat selama masa peralihannya menjadi Nabi dan Rasul.

Tinggalkan Balasan