Sejak menikah dengan Khadijah, Muhammad termasuk orang yang senang mendermakan harta miliknya demi kebaikan, sebagaimana di antaranya disebutkan Khadijah sesuai dalam redaksi hadis. Kita tengok secara saksama perkataan Khadijah, “Engkau menjalin hubungan silaturahmi, mengatasi persoalan orang lain, menyantuni kaum papa, memuliakan tamu, dan selalu berupaya menolong atas nama kebenaran.”
Muhammad sejak awal kehidupannya sebelum menikah dengan Khadijah sudah dikenal sebagai pedagang yang ulung, sukses, dan ahli dalam urusan perdagangan. Benarlah perkataan Khadijah, bahwa beliau orang yang suka menyantuni kaum papa, mengatasi persoalan orang lain. Sekiranya Muhammad mengandalkan harta Khadijah seperti yang dibayangkan sementara orang, tentu perkataan Khadijah akan lain, Khadijah akan mengatakan, “Kita menjalin hubungan silaturahmi, kita menanggung beban orang lain, kita membantu yang butuh dan kita menolong atas nama kebenaran.”

Subyeknya menggunakan kita, sedangkan jelas diterangkan dalam hadis bahwa Khadijah hanya menyebut engkau, artinya merujuk ke pribadi Muhammad sendiri tanpa campur tangannya. Sikap dan tindakan-tindakan yang disebutkan Khadijah menegaskan bahwa semua itu dilakukan oleh suaminya secara pribadi, artinya dengan harta dan kekayaannya sendiri.
Memang demikianlah perangai, pribadi, karakter, dan sifat Nabi Muhammad. Termasuk yang masyhur dikenal, yakni sidiq (selalu berkata jujur) dan amanah (dapat dipercaya). Inilah beberapa di antaranya yang dikatakan sebagai jalan kenabian; menjalin hubungan silaturahmi, mengatasi persoalang orang lain, menyantuni kaum papa, memuliakan tamu, selalu berupaya menolong atas nama kebenaran, selalu berkata jujur dan memgang amanah yang diberikan orang lain, sehingga orang bisa percaya kepada kita dan kita termasuk orang yang dipercaya sekaligus.
Semoga Allah dengan rahmat dan karunianya berkenan menolong kita dan mengizinkan kita menapaki jalan kenabian ini.
