Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (6)

Pada umumnya dua orang biasa yang menjadi pengantin baru, ketika mengalami peristiwa ganjil, ia akan ketakutan dan berupaya menyembunyikan peristiwa itu, atau datang kepada orang tua, mertua atau paman, sanak kerabat untuk meminta bantuan. Sekali lagi, ia adalah Khadijah, bukan perempuan biasa. Tindakannya pun tidak ceroboh dan gegabah, melainkan penuh perhitungan dan akurat.

Khadijah ternyata tidak melakukan dua kemungkinan tadi. Ia memilih datang menemui Waraqah sebagai satu-satunya orang yang bisa dimintai pendapat terkait perkara dahsyat yang dialaminya bersama suaminya, Muhammad.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pertanyaan ulang, mengapa harus Waraqah?

Beberapa kepribadian Waraqah telah disinggung dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Kami akan menyinggung ulang terkait alasan mengapa Khadijah memilih Waraqah, dan ini akan memperkuat argumen bahwa pilihan Khadijah ini sangat tepat. Tentu, Khadijah sudah mengetahui sosok yang bernama Waraqah ini, sehingga pilihan dijatuhkan kepadanya.

Dikisahkan, kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib, pernah merasa kehilangan Muhammad kecil dan merasa cemas dengan kejadian itu. Ternyata, Waraqah-lah yang menemukan dan mengantarkan Muhammad kecil kepada Abdul Muthalib.

Waraqah masih saudara dengan Khadijah, tepatnya sepupu, dari jalur ayah. Ayah Waraqah yang bernama Naufal bersaudara kandung dengan ayah Khadijah yang bernama Khuwailid. Amr bin Abdul Uzza sendiri adalah saudara kandung Khuwailid. Artinya Amr adalah pamannya Khadijah.

2 Replies to “Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (6)”

Tinggalkan Balasan