Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (6)

Masyhur bahwa Waraqah adalah pencari agama lama, al-Haanifiiyah, agama Nabi Ibrahim dan ini yang disepakati banyak ahli sejarah. Meski di dalam hadis disebutkan bahwa Waraqah adalah pemeluk agama Nasrani, beberapa pakar sejarah meragukan keabsahannya. Sedangkan, perihal penguasaannya atas bahasa Ibrani sudah disepakati oleh kalangan ahli sejarah. Dibenarkan pula bahwa Waraqah membaca kitab-kitab suci yang ditemukannya, baik Taurat maupun Injil.

Tertera dalam hadis di atas bahwa umurnya waktu itu sudah sangat tua, juga buta. Logika sejarahnya, bahwa orang yang sudah sangat sepuh akan meningkat baik budinya, jauh dari sifat-sifat hasad dan dengki. Apalagi dengan keilmuannya yang luas dan penganut agama Ibrahim.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain yang disebut, ternyata Waraqah menjadi salah satu pendukung atas pernikahan Khadijah dan Muhammad.

Berdasar pertimbangan-pertimbangan demikianlah, Khadijah dengan pemeliharaan Allah, kelapangan dada dan kecerdasannya, memilih untuk mengajak suaminya tercinta, Muhammad, menemui Waraqah.

Lalu, babak apalagi yang akan menimpa Muhammad saat menemui Waraqah dan sesudah bertemu dengannya? Apakah Muhammad mendapat pencerahan dan ketenangan, atau justru semakin bingung dan ketakutan? Tulisan selanjutnya dan yang terakhir akan menjawabnya.

2 Replies to “Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (6)”

Tinggalkan Balasan