Membaca Spirit Literasi dalam Al-Qur’an

Dengan demikian, kesadaran baca-tulis adalah tonggak reformasi dalam menuju dunia pendidikan yang lebih selektif. Dan ketika kesadaran intelektualitas suatu bangsa telah terbangun maka cepat atau lambat bangsa itu akan berevolusi sebagai bangsa yang maju.

Untuk merealisasikan cita-cita besar itu, Al-Qur’an memberikan apresiasi tinggi bagi para ilmuan Islam dengan menempatkannya pada maqam (martabat) yang tinggi, sehingga menambah semangat umat Islam dalam masalah keilmuan. Allah SWT berfirman;

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya: “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (Al-Mujadalah : 11).

Al-Qur’an juga telah mengisyaratkan akan ketiadaan batas pada ilmu pengetahuan, sehingga menggerakkan para Intelektual muslim untuk melahirkan teori-teori baru yang berguna bagi umat manusia. Allah SWT berfirman;

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Al-Luqman : 27).

Tinggalkan Balasan