Membincang Tradisi Halal Bihalal

Maaf memaafkan dilihat dari aspek sosial merupakan dasar yang paling utama agar terjalin kehidupan yang harmoni. Hakikat kehidupan adalah rasa sosial, peduli sosial, dan karakter sosial. Dalam berkehidupan kita dituntut untuk saling memberi, baik dari sisi finansial maupun nilai-nilai sosial. Bukan sebuah kebetulan, jika kemudian koridor kehidupan sosial dapat dilakukan melalui acara halal bihalal.

Lestari Budaya Kebaikan

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Halal bihalal, silaturrahmi, menyambung tali persaudaraan, dan maaf memaafkan merupakan suatu budaya atau tradisi yang harus kita lestarikan. Karena di dalam acara tersebut dibangun suatu hubungan kemanusiaan yang akan mempererat dan menjalin keakraban. Melestarikan kebudayaan yang mengandung nilai luhur humanis, merupakan langkah yang tepat untuk komunitas kemanusiaan.

Halal bihalal merupakan tradisi yang harus dipertahankan. Karena, di dalam acara halal bihalal ini dibangun keakraban dan saling memaafkan. Oleh sebab itu, tradisi baik ini wajib kita lestarikan sebagi bagian dari budaya bangsa.

Indonesia merupakan negara dengan budaya dan kepercayaan yang multikultural. Saling menghormati di dalam keberagaman akan mempererat persatuan dan kesatuan. Maka akan terbangun sebuah negara yang kuat dengan dasar pluralisme kepercayaan, aneka tradisi, dan ragam budaya.

Halal bihalal telah menjadi suatu tradisi dalam rangka menyambung tali silaturrahmi dan saling memaafkan kesalahan antara satu dengan lainnya. Dalam batas kebiasaan ini, seharusnya kita membangun etika kemanusiaan yang saling mencintai. Tidak boleh terjadi adanya pamer kekayaan dan atau pamer status dan identitas diri. Sebab kalau ini yang terjadi, maka visi awal halal bihalal akan terkebiri dan tersingkirkan. Kita berlindung kepada Allah dari niat-niat yang tidak baik. Wallahu A’lam!

Tinggalkan Balasan