Membumikan Multiklturalisme Abad Kedua NU

Konsep tema abad kedua yang digagas NU dalam peringatan seabad kelahirannya adalah menuju kebangkitan baru. Apakah yang harus dibangkitkan NU? Ya, salah satunya adalah pendidikan. Tren minat pesantren sebagai wadah pendidikan harus dibenahi dan dievaluasi. Setelah beberapa catatan miris fenomena pesantren beberapa waktu lalu, memberikan refleksi bahwa pentingnya pendidikan yang berlandaskan multikulturalisme.

Anggapan masyarakat sering keliru apabila pluralisme adalah multikulturalisme. Jauh daripada itu, Multikulturalisme sejatinya bukan berbicara tentang perbedaan atau identitas yang berbeda, tapi tentang bagaimana merangkul dan menjaga kelestarian budaya. Hal ini menjadi inti secara keyakinan dan praktis di dalam term di mana sekelompok orang dapat memahami diri mereka sendiri dan mengorganisir diri mereka sendiri untuk hidup bersama dalam masyarakat

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Multikulturalisme menghendaki agar tidak ada dan terjadi superioritas atau dominasi dari satu kelompok. Tidak adanya pemaksaan untuk menerima nilai-nilai kultural dan kepercayaan pada kelompok lain. Sebaliknya, multikulturalisme menghendaki agar kita dapat menerima bahwa masyarakat itu beragam dari berbagai dimensinya. Adanya tindakan atau program keadilan bagi seluruh anggota masyarakat dan respons positif atas keberagaman.

Konsep multikulturalisme secara garis besar sejalan dengan konsep moderasi yang diprogramkan Kementerian Agama. Melalui moderasi beragama, masyarakat dapat menghindari ketidakselarasan dalam konteks agama. Hal ini mengacu agama yang sering diotak-atik oleh hegemoni kekuasaan. Sehingga diperlukan benteng akidah dan upaya preventif untuk menghindari keekstreman.

Evaluasi Pendidikan

Perlu adanya evaluasi pendidikan dalam menyikapi tantangan abad kedua NU. Diperlukan strategi dan effort lebih dalam menjawab tantangan global. NU yang mampu memadukan pendidikan agama dan formal serta mempunyai ribuan institusi pesantren yang terafiliasi, dapat membumikan kembali pendidikan multikulturalisme. Melalui pendidikan merupakan alat yang paling efektif untuk meneruskan, melanggengkan, dan merawat tradisi generasi selanjutnya.

Tinggalkan Balasan