Tujuan menjadi pendengar yang baik agar terbiasa mendengarkan secara utuh berita yang diterima, baru memberikan penilaian sehingga menjadi bijaksana dalam bersikap. Selain menjadi pendengar yang baik, para peserta juga dituntut untuk merefleksikan nilai-nilai yang mereka dapat selama di dalam kelas.
Selain itu, kepada peserta juga dikenaklan mengenai biografi Gus Dur, pemikiranya, perjalanan intlektualnya, dan keteladanannya. Pengajaran dalam kelas ini lebih banyak dalam bentuk praktik daripada mendengarkan para pemateri, sebab untuk menjadi penggrak yang utama adalah prakteknya.

Selama kelas berlangsung terasa begitu menyenangkan karena sering diselingi dengan permainan game. Permainan ini berguna untuk membuat para peserta antusias dan tidak bosan dalam mengikuti Kelas Penggerak Gus Durian. Kelas ini berlangsung dari pagi sampai malam hari, tentunya kalau tidak diselingi dengan game kelas akan terasa membosankan dan terkesan garing.
Dalam kelas ini ditekankan 9 nilai utama Gus Dur yang wajib diamalkan para peserta dalam kehidupan sehari-hari. Adapun 9 nilai utama Gus Dur, yaitu, pertama, mengenai Ketauhidan. Nilai ini menjadi poros utama yang diperjuangkan Gus Dur melampaui batas kelembagaan dan birokrasi agama. Nilai ketauhidan ini diwujudkan dalam laku hidup sosial, politik, ekonomi, kemanusiaan dan kebudayaan.
Kedua yaitu nilai kemanusiaan. Nilai ini bersumber dari ketauhidan. Menyadari bahwa manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling mulia untuk mengelola dan memakmurkan bumi. Kemuliaan yang ada dalam diri manusia mengharuskan mereka untuk saling mengasihi, menghargai, dan menghormati. Memuliakan manusia berarti juga memuliakan penciptanya. Dengan pandangan inilah Gus Dur memberjuangkan kemanusiaan tanpa batasan ras, suku, agama, dan budaya.
Selanjutnya, yang ketiga, yaitu nilai keadilan. Dalam pandangan Gus Dur, martabat kemanusiaan hanya dapat dijalankan ketika ada keseimbangan, kelayakan, dan kepantasan dalam kehidupan masyarakat. Keadilan tidak hadir begitu saja dalam realitas. Maka perlu diperjuangkan. Sepanjang hayat, Gus Dur selalu berusaha berjuang untuk menciptakan keadilan di tengah masyarakat.
Keempat, yaitu nilai kesetaraan, nilai ini meniscayakan adanya sikap adil, hubungan yang sederajat, sirnanya diskirminasi dan subordinasi dalam kehidupan masyarakat. Dalam memperjuangkan nilia kesetaraan ini tampak dalam diri Gus Dur ketika ia berpihak pada kaum minoritas dan marjinal yang tertindas secara tidak manusiawi.
