Meneladan Daya Juang Kiai Bashir

Demikian KH. Bashir berjanji untuk memberikan bacaan doa terkait dengan salat istikharah. Saya pun hanya bisa bilang ya, sami’na wa atho’na.

Kemudian saya pulang dengan niatan salat istikharah dan masih menunggu lafaz doa dari KH Bashir AS. Dua hari kemudian tiba-tiba datang teman saya dengan membawa secarik kertas yang berisi doa yang harus saya baca saat melaksanakan salat istikharah. Saya begitu terkejut, ternyata temanku itu datang bersama KH Bashir. Saya merasa tertekan, tidak enak hati, sebab merasa bersalah karena telah memberikan kesibukan kepada Beliau. Tetapi demikianlah perjuangan dakwah KH Bashir, bahwa Beliau tidak pernah lupa dengan janji dan sebisa mungkin akan tetap ditepati. Karena janji itu sebuah keharusan, alwa’du dainun, janji adalah utang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tentu saja itu hanya sekelumit perjuangan dakwah KH Bashir yang saya ketahui. Beliau adalah pejuang syariat yang membimbing ratusan hingga ribuan santri. Hingga Beliau wafat, 15 Juli 2015, perjuangan Beliau dalam menegakkan kebenaran tidak pernah putus dan terus menerus tak berkesudahan.

Beliau tidak pernah melewatkan waktu sedetik pun kecuali tetap dalam dakwah dan perjuangan yang pantang menyerah. Bahkan ketika usia Beliau sudah uzur, pengajian tetap berjalan dan menjadi imam salat lima waktu tidak pernah terlewatkan. Demikian itu perjuangan dakwah KH Bashir Abdullah Sajjad yang tak pernah pupus hingga akhir hayat. Wallahu A’lam!

*) Seperti yang diceritakan kepada penulis oleh Slamet Riadi, alumnus Pondok Pesantren Annuqayah 2005.

Tinggalkan Balasan