Tidak berhenti di situ. Sebuah peristiwa menarik lain pun terjadi. Ketika waktu salat tiba, sang uskup menawarkan kepada Umar untuk melaksanakan salat di dalam Katedral. Namun, dengan kebesaran hati dan tingginya rasa toleransi, Umar menolak dengan alasan tidak ingin memberikan legitimasi kepada siapapun untuk mengubah tempat peribadatan umat Nasrani tersebut menjadi masjid.
Kehidupan Umar sebagai pemimpin tergolong sangat sederhana. Kesederhanaan itu tampak, misalnya, ketika Umar terlambat datang untuk menyampaikan khutbah Jumat karena harus menjahit satu-satunya pakaian yang dimiliki. Bukan karena tidak memiliki cukup harta, sebagai seorang pemimpin bisa saja ia membeli pakaian mewah. Tetapi kezuhudan yang tertancap dalam hati, membuat Umar membenci terhadap kemewahan dunia.

Selama menjadi pemimpin, Umar pun tidak tinggal di istana layaknya seorang raja. Ia memilih tinggal di sebuah rumah yang jauh dari kata mewah di dekat masjid Nabawi. Bahkan, tak jarang ia tidur siang di emperan masjid di bawah pohon kurma.
Sebagai khalifah, Umar sangat peduli dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap kesejahteraan rakyatnya. Saat malam hari tiba, ia kerap kali berkeliling ke rumah-rumah warga untuk mengecek keadaan mereka.
Suatu malam, dari kejauhan Umar melihat ada nyala api. Setelah didekati, ia menemukan seorang janda yang sedang memasak sebongkah batu. Dari dalam rumah, terdengar suara tangisan anak kecil. Ternyata, karena tidak memiliki apapun, janda tersebut sedang pura-pura memasak sesuatu untuk menghibur anak-anaknya.
Peristiwa itu membuat sang khalifah merasa iba. Bagaimana mungkin sebagai pemimpin ia tega membiarkan rakyatnya dalam keadaan kelaparan dan menderita. Ia pun segera mengambil sekarung gandum dan bahan-bahan makanan dari baitul mal dengan memanggulnya seorang diri. Ketika seorang pelayan melihatnya dan menawarkan diri untuk membantu, Umar menolak dengan berkata: “Demi Allah apakah engkau mau mengangkat bebanku kelak di hari kiamat?”
Umar bin Abdul Aziz
Sosok Umar yang kedua adalah Umar bin Abdul Aziz. Ia seorang raja dari Dinasti Umayyah yang sangat dikagumi umat Islam seluruh dunia. Ia pun dijuluki sebagai “khalifah kelima yang mendapatkan petunjuk”.
Ia naik takhta pada tahun 717 M setelah ditunjuk oleh raja sebelumnya, Sulaiman, untuk menggantikan posisinya.Umar bin Abdul Aziz adalah figur pemimpin yang sangat asketis. Mungkin, ia mewarisi kesederhanaan Khalifah Umar bin Khattab yang secara genealogi masih terhitung sebagai kakeknya dari jalur ibu.
