Menelisik Wetonan dan Jenang Sengkolo

Satu hal lagi dari Jawa yang membuat saya merasa bahwa perilaku kebudayaan ini sangatlah istimewa adalah Wetonan. Wetonan berarti merayakan hari lahir, berbeda dengan ulang ahun. Keakuratan waktunya justru lebih spesifik Wetonan. Jika pada ulang tahun, yang dirayakan adalah tanggal dan bulan kelahiran (bukan tahunnya, eh tapi namanya ulang tahun), pada Wetonan  yang dirayakan justru hari dan pasaran saat kelahiran.

Loh, bagaimana itu?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tentu saja kita harus mengetahui filosofi di balik Wetonan itu sendiri. Sebenarnya, makna Wetonan bukanlah hanya sebagai perayaan, namun ia adalah pengingat dan penanda sebuah kelahiran. Oleh karena itu, biasanya setiap Wetonan ditandai dengan membuat jenang sengkolo atau bubur abang.

Wetonan adalah penanda mengenai kelahiran. Karena ia adalah penanda, maka tentu saja ada makna di baliknya. Maknanya adalah sebagai pengingat bahwa sebagai manusia kita ini dilahirkan, dari yang semula tidak ada menjadi ada. Weton adalah penanda bahwa kehidupan mempunyai masa, maka dari itu kita selalu diingatkan dengan Wetonan yang datangnya tidak setahun sekali, namun sebulan sekali. Wetonan adalah sebuah pengingat kehidupan, dan dalam kehidupan akan selalu ada syukur sebelum kematian. Dan rasa syukur itu ditandai dengan adanya Wetonan, yang biasanya diaplikasikan dengan cara membagikan jenang sengkolo minimal untuk tetangga-tetangga dekat kita.

Memang jika saya pikir-pikir, Jawa ini penuh dengan filosofi. Banyak sekali simbol-simbol yang hidup di belakang definisi. Setelah makna Wetonan sudah kita bahas, maka sekarang mari kita menemukan makna jenang sengkolo.

Kebanyakan orang Jawa pasti pernah dan hafal dengan apa yang disebut jenang sengkolo atau  bubur abang. Jenang sengkolo yang terbuat dari beras yang dicampur dengan gula aren dan santan ini menjadi kuliner yang lekat dengan tradisi suku Jawa. Bahkan, kurang afdhol rasanya jika ada suatu tradisi selametan yang tidak menghadirkan jenang sengkolo.

Tinggalkan Balasan