Seperti diketahui, sejak sekitar 4 tahun lalu, Kiai Said secara rutin ngaji Tafsir Ar-Razi sepekan dua kali, tiap Minggu malam dan Kamis malam. Ngajinya berlangsung di Auditorium Pesantren As-Tsaqafah, dan disiarkan live melalui kanal YouTube.
Hingga saat ini, ngaji Tafsir Ar-Razi ini sudah sampai jilid kelima dari total 32 jilid/16 kitab. Kitab tafsir yang tergolong sangat luas cakupannya dengan pendekatan multidisiplin ini belum pernah diajarkan di pondok-pondok pesantren di Indonesia.

Saat menginisiasi penulisannya, tim JDS beberapa kali melakukan diskusi intensif untuk mencari modelnya. Semula, pilihan pertama berbentuk syarah yang didasarkan pada pengajian Kiai Said. Namun, opsi pertama ini segera dikesampingkan. Sebab, kitab dengan bahasan yang begitu luas justru tak lazim diberi syarah.
