Mengenal Kiai Penulis Tafsir Al-Qur’an (1): Kiai Sholeh Darat dan Tafsir Faidh ar-Raḥmān

Menulis Tafsir

Kiai Sholeh Darat adalah kiai yang sangat produktif menulis hingga akhir hayatnya. Tidak kurang dari 14 karya yang pernah ia hasilkan. Kebanyakan karya-karyanya ditulis menggunakan aksara Arab pegon berbahasa Jawa. Namun, dari 14 karyanya itu yang paling masyhur adalah Faidh ar-Raḥmān fī Tarjamah al-Kalām al-Mālik ad-Dayyān.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Penulisan tafsir tersebut bermula dari interaksi antara Kiai Sholeh Darat dengan RA Kartini. Suatu ketika, Kiai Sholeh Darat mengisi pengajian bulanan yang diadakan rutin oleh paman Kartini yang pada waktu itu menjabat sebagai Bupati Demak. Dalam acara itu, Kiai Sholeh Darat mengulas secara gamblang maksud dari setiap ayat yang terkandung di dalam Q.S. al-Fātiḥah.

Kartini terkagum-kagum dengan penafsiran yang disampaikan oleh Kiai Sholeh Darat. Kartini merasa tercerahkan, sebab setiap hari ia membaca al-Fātiḥah, namun sama sekali tidak mengerti maksudnya. Melalui pengajian tersebut Kartini baru paham mengenai makna yang termaktub di dalam Q.S. al-Fātiḥah.

Saat itu pula, Kartini yang didampingi pamannya menghaturkan rasa terima kasih sekaligus memohon agar Kiai Sholeh Darat berkenan menafsirkan Al-Qur’an dengan menggunakan bahasa Jawa. Permohonan Kartini mendapat respons baik. Namun, pada waktu itu, penjajah pribumi melarang keras proyek penerjemahan Al-Qur’an. Kiai Sholeh Darat tidak kehabisan akal.

Untuk mensiasati itu, Kiai Sholeh Darat menafsirkan Al-Qur’an dengan menggunakan aksara Arab pegon berbahasa Jawa. Terbukti, ikhtiar Kiai Sholeh Darat tersebut berjalan mulus tanpa ada perlawanan dari bangsa penjajah. Meski, dalam perjalanannya penulisan tafsir Faidh ar-Raḥmān harus terhenti di surat an-Nisā’ lantaran beliau wafat.

Meskipun konteks awal penulisan tafsir Faidh ar-Raḥmān berangkat demi memenuhi permintaan Kartini, namun pada hakikatnya tafsir ini ditulis dan ditujukan untuk masyarakat Jawa secara umum yang tidak mampu memahami Al-Qur’an dengan menggunakan bahasa Arab.

Tinggalkan Balasan