Mengenal Tarājim, Kitab Karya Mbah Moen

Menurut Mbah Moen, Pondok Pesantren Sarang dalam perjalanannya telah berlangsung hingga empat periode atau generasi. Generasi pertama dipelopori oleh Kiai Ghazali bin Lanah. Generasi kedua diprakarsai oleh Kiai Umar bin Harun. Generasi ketiga dipegang oleh Kiai Fathur Rahman bin Ghazali. Generasi keempat, kepengasuhan diambil oleh dzuriyah dari Kiai Ahmad bin Syu’aib hingga wafatnya Kiai Zubair Dahlan.

Pasca wafatnya Kiai Ahmad bin Syu’aib dan Kiai Zubair Dahlan, Pondok Pesantren Sarang mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan munculnya pondok-pondok pesantren baru dan jumlah santri yang semakin membeludak. Pondok pesantren yang bermunculan adalah PP Ma’had al-‘Ilmi asy-Syar’i, PP Ma’had al-‘Ulum asy-Syar’iyyah, PP Al-Amin, PP Mansya’ul Huda, PP Al-Anwar, dan, seterusnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Seluruh pondok pesantren tersebut, baik dari aspek pengajaran maupun pembelajarannya berkiblat pada metodologi atau manhajnya para ulama salaf. Mayoritas santri-santrinya setiap hari mengikuti pembelajaran di Madrasah Ghozaliyah Syafi’iyah. Sebuah nama yang dinisbatkan pada pendiri pertama pondok pesantren Sarang, yakni Kiai Ghozali bin Lanah. Sedangkan nama “Syafi’iyah” diambil dengan alasan bahwa materi-materi fikih yang dipelajari di madrasah ini bermazhabkan Syafi’i.

Di bagian pamungkas kitab Tarājim ini dilengkapi ulasan mengenai biografi KH Maimoen Zubair yang ditulis oleh putranya, yakni KH Muhammad Najih Maimoen. Terakhir, kitab ini sangat penting untuk dibaca bagi siapa pun yang ingin mengetahui sejarah Pondok Pesantren Sarang dan figur para kiai-kiainya. Dengan membaca kitab ini kita akan mendapatkan banyak ilmu tentang aspek kesejarahan serta meneladani kontribusi para kiai Sarang dalam menyebar-luaskan Islam di tengah kebinekaan.

2 Replies to “Mengenal Tarājim, Kitab Karya Mbah Moen”

Tinggalkan Balasan