Muhammad Quraish Shihab yang merupakan pakar tafsir di Indonesia menyoroti Tafsir At Tabari dari kebahasaan yang digunakan. Muhammad Quraish Shihab menjelaskan jika kebahasaan yang digunakan oleh mufassir klasik memiliki dua kelemahan. Dua kelemahan tersebut, menjadi pelajaran bagi mufassir di masa selanjutnya untuk lebih memperkecil area kelemahan dan melengkapinya menjadi susunan yang mengagumkan.
Pertama, uraian penjelasan yang bertele-tele, sehingga mengaburkan makna sebenarnya yang ingin dijelaskan oleh mufassir itu sendiri. Penjelasan dari setiap topik begitu panjang dan tidak terfokus secara rinci, sehingga pembaca terkadang tidak mampu menangkap maksud topik tersebut.

Kedua, kronologis dari turunnya ayat terutama ayat hukum terabaikan, terutama pada hal nasikh-mansukh yang nantinya akan berakibat secara langsung pada kebingungan masa turunnya ayat. Faktor historis ini harus dicari dalam literatur lain yang membahas tentang satu permasalahan khusus tentang nasikh-mansukh.
Di sisi lain, ciri kebahasaan yang digunakan oleh mufassir klasik memiliki tiga kelebihan. Pertama, sangat ditekankan pemahaman Al-Qur’an yang bersifat mendalam didasarkan pada latar belakang turunnya ayat tersebut. Proses pemahaman ini sangat penting, yang disiasati oleh para mufassir dengan penjelasan yang panjang. Sehingga urut-urutan peristiwa dari awal hingga akhir tercerna semuanya oleh para pembaca.
Kedua, pesan-pesan yang disampaikan dalam setiap topik sangat detail. Ketiga, minimnya nilai subjektivitas yang digunakan para mufassir yang dapat dilihat dari bingkai kebahasaannya. Sehingga ulasan yang terdapat dalam tafsir tersebut benar-benar memaparkan apa yang terjadi tanpa adanya ikatan dari pihak manapun.
Tafsir At Tabari memberikan secercah inspirasi bagi umat manusia untuk terus melestarikan dunia literasi. Dengan pedoman-pedoman karya yang dimiliki oleh Ibnu Jarir At-Thabary, seorang penulis dapat menghasilkan ribuan karya dengan kualitas yang gemilang. Setiap karya yang dihasilkan dengan usaha maksimal, akan menghasilkan manfaat yang luar biasa. Sehingga khazanah diskusi menjadi hidup dengan adanya literasi yang terus tumbuh.
