ATAS NAMA CINTA
Aroma tanah menyemerbak
Lepas jelaga pada langit yang pekat
Menunjuk derita memekik payah
Mencari ilham, “apalah arti Indonesia?”

Sejarah tercatat rupa legenda
Bahkan tergambar bagai dongeng belaka
Memuji yang harusnya dicaci
Membenci yang harusnya dicintai
Bukah Sjahrir, bukan Hatta, bukan pula Tan Malaka
Indonesia adalah segala
Angin senyap musim hujan, terik beringas musim kemarau
Sumpah pandawa serta kutukan, bising gemuruh gerak krakatau,
Bekas-bekas reruntuhan, hamparan pulau-pulau
Prasasti, arca, prambanan, tongkonan
Satu tungku tiga batu, semua bagi Indonesia
Maafkan kami
Menilai Indonesia adalah Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha saja
Maafkan kami
Menggaris Indonesia dalam Jawa, Batak, Sunda, dan Papua saja
Maafkan kami
Mengaku Indonesia adalah sekelompok kaum pribumi saja
