Satu-satunya hal yang dapat menjadikan seorang muslim adalah membaca syahadat—dan cukup itu saja, tidak perlu yang lain. Salat masih dirubungi perbedaan pendapat apakah ia menjadi penentu status seorang muslim.
Kitab sekeras Sullam saja masih memberikan syarat tambahan dalam menyematkan status kafir kepada orang yang tidak salat; bahwa ia baru dikatakan keluar dari Islam jika sekaligus mengingkari kewajiban salat—tidak cukup dengan meninggalkannya karena malas kemudian ia disebut kafir.

Itulah kenapa status muslim bisa kita dapat hanya dengan mengucapkan syahadat. Ya, hanya dengan syahadat, sebab tidak peduli apakah hatinya beriman kepada Allah atau tidak status muslim tetap ia miliki.
Mengapa perlu syahadat, sementara semua manusia pada hakikatnya dilahirkan dalam keadaan suci ( كل مولود يولد على الفطرة). Dalam surah Al-A’raf ayat 172 juga ditegaskan bahwa manusia sudah bersaksi ihwal Ketuhanan Allah—hal ini selaras dengan tafsir Ibnul Qayyim dalam kitabnya, Ahkamu Ahli Dzimmah.
