Oh wahai
Teriakan cinta sangat jelas berdenyar
Pada ujung ruang angkasa
Pada sudut sauh terjatuh
Tanpa celah mengisi antara
Keringat bercucuran, darah berceceran, nyawa berterbangan
Merasuk, merusak tanpa gentar
Menghapus, menghempas, menindih, menjadi

Atas nama cinta
Dengan satu tujuan yang sama
Indonesia
IBU
Bagiku, nyanyian merdu adalah suara ibu
Laksana debur ombak di pantai teduh
Lembut membelai karang
Menelan habis duka dan derita
Di hati ada wangi kenangan,
Harum tersebar
Menjadi dupa
Bagi pertapa
Bagiku, mantra bertuah adalah ucapan ibu
Bebal; nakal; hasrat; ego; keinginan
Bagai Antasena yang amblas dalam perut bumi
Hilang tergilas, terbenam
Di sudut malam ada seberkas cahaya
Membuhul kegelapan
Ialah purnama
Jika kemudian, aku ditanya arti kehebatan
Serupa raungan
Nama ibu akan kuteriakkan
Tentang fana dan keabadian
Kutukan dan kedigdayaan
Sebab tanpamu, aku ini siapa?
Aku ini apa?
Ibu
Segalamu
Akan bersemayam
Berhiaskan indah
Dalam sajakku
