MENJADI GELANDANGAN

MENJADI GELANDANGAN

Jadilah begini aku sekarang
Duduk hampar sajadah atas ubin kamar
Melintas jalanan semut di tembok berlubang

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menjadi pemulung katanya
Jatuh lebih banyak di dunia
Tapi si gelandangan
Selalu menari-nari di bawah hujan

Maka siapkan untukku
Seutas tali dan tiga lapis kain kafan
Biar besok ajal datang
Lalu menjelma abadi
Semua puisi-puisiku
Sajak-sajak
Dalam rodat paling sunyi

LEBIH JAUH LAGI

Apa yang kudapatkan dari puisi?
Selain sirat kagumku pada indah
Kedua matamu
Lembu dan ilalang yang berjalanan
Di padang sabana. Angin menghembus kulitku
Kala pagi kau remang datang riak matahari

Menariku bersama rumi bersama lebah
Yang bersijingkat di dedaunan malu
Seperti chairil yang membunuh dalam kata-kata
Menyibak senyummu yang selibat
Seperti hari-hari sapardi
Seperti detak jarum tanah yang terus berdetak
Mengetuk kehidupan

Aku berdecak dalam setiap garis waktu
Menggeser napas detik demi detik
Masing-masing dari ketukan adalah fana
Hingga kita terdampar di taman eden
Melihat adam dan hawa merangkai bunga

Lalu kau bertanya “apakah sudah berakhir?”
Belum. Kata-kata masih abadi

Masih ingin mengenalmu lebih jauh lagi

SERUANMU

Siapa gerangan yang telah selundupkan
kata -kata ke dalam matamu
Garis-garis yang melindap lingkaran
Serupa jarum jam meliuk patah
Di rimbunan bunga-bunga para serangga
berdengung

Di lorong sempit yang saling berimpit
Suara-suara balas berjerit
Kata adalah rimba hujan
Yang mengalir pada jalur lengkung pipimu

Siapa gerangan yang telah
Merenggut kicauan burung pagi
Aku adalah jejak dari hutan yang terbakar
Pemburu yang kehilangan laras
Dan perutnya sobek mengucur darah deras

Maka malam pun menyendiri

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan