Menjadikan Ramadan Media Melatih Berpikir Positif

Berbanding terbalik dengan fakta tersebut, bahwa pikiran juga berpotensi menjerumuskan orang pada kehancuran. Menyalahgunakan pikiran jadi salah satu sumbernya. Salah dalam berpikir juga menjadi bentuk lain dari pikiran negatif. Pikiran yang negatif akan selalu menghantui hidup dan perilaku seseorang. Rupanya pikiran negatif hanya akan menjebak seseorang untuk lupa diri dan tidak mudah menerima kenyataan. Karena pikiran negatif, orang menjadi terjebak pada kebenaran personal yang berlebihan dan tidak mudah menerima orang lain lebih baik.

Saat orang berpikir negatif, akan berdampak negatif pula bagi dirinya. Apa yang terlintas di pikirannya menjadikan semua hal menjadi negatif. Bentuknya boleh berupa kebiasaan menyalahkan orang lain, sifat dengki, mengadu domba, dan benci yang berlebihan. Itu semua merupakan penyakit hati yang harus diobati.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jika ditilik teks agama, pikiran negatif ini menjadi bagian erat dari akhlak madzmumah (perilaku tercela) yang harus dihindari setiap muslim. Allah menyuruh kita sebagai orang beriman untuk menjauhi prasangka negatif. Karena sebagiannya itu dosa (QS. al-Hujurat [49]: 12).

Melalui Ibadah puasa diharapkan mampu memupuskan penyakit-penyakit hati yang bersumber dari pikiran negatif. Dikutip dari Imam al-Ghazali, bahwa tingkatan kedua dari pembagian puasa adalah puasa yang khusus (shaum al-khushush). Jika puasa awam hanya berkenaan dengan menahan diri dari lapar dan syahwat dalam sehari, puasa khusus memiliki makna menahan diri dari segala dosa. Puasa harus dimaknai sebagai amalan menahan diri yang mencakup seluruh anggota tubuh–baik telinga, mata, tangan, lidah, dan lainnya–dari perbuatan dosa. Termasuk dalam hal ini adalah dosa yang bersumber dari pikiran harus ditahan supaya pikiran selalu positif.

Pembiasaan Pikiran Positif

Tinggalkan Balasan