Menjaga Bumi dari Meja Makan

Tidak hanya produksi sampah organik. Dari meja makan pula banyak hal yang tak lepas dari ketergantungan terhadap plastik. Misalnya, beli makanan dari luar yang mau disajikan itu saja menghasilkan sampah plastik sampai pembuangan perlu (plastik) kresek.

Jika lebih jeli, proses makanan sebelum-sesudah sampai meja makan tidak hanya yang disebutkan itu saja. Tapi alangkah kita buta dan abai karena yang kita kira hanya masalah sepele (sampah plastik) itu kita pinggirkan dari tanggung jawab kita menjaga Bumi. Padahal plastik termasuk sampah yang sulit terurai dan (hanya) sekali pakai.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Segala prosesi makan tak lepas dari sampah. Organik maupun anorganik. Kedua-duanya punya pengaruh ngeri, dan betapa terancamnya ekologis kita dengan sampah-sampah ini karena perilaku tercela kita sendiri.

Perubahan pola hidup pun menjadi pengaruh besar pada transformasi sosial dan kepribadian manusia mengenai cara hidup. Betapa budaya yang berkembang ini menjadikan makan bukan lagi sekadar kegiatan mengenyangkan perut dan kebutuhan harian. Namun berkembang menjadi suatu style yang kekinian. Sampai-sampai makan dan makanan pun menciptakan suatu kelas di dalam masyarakat.

Dalam buku ini Kiai Faizi menekankan kesadaran lingkungan dapat dibentuk dari satuan terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Dan mendorong anak-anak muda untuk menyadari ini lewat pendidikan dan pembiasaan entah dari keluarga maupun lembaga pendidikan.

Dengan latar belakang Kiai Faizi yang seorang pengajar sekaligus salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep, buku ini berisi penanaman nilai-nilai moral Islam dan disertai cerita pengalaman-pengalaman dari para ulama hingga para sufi.

Buku ini juga menyediakan solusi dengan berbagai tawaran dan cara mengantisipasi kerusakan lebih jauh lagi. Mungkin karena hal sepele yang jarang kita perhatikan menjadikan kegiatan makan adalah kewajaran tanpa mempertimbangkan dampak yang dihasilkannya.

Tinggalkan Balasan