Bagi mahasantri lama, Iftitah ad-Dirasah ini sebagai upaya penyegaran kembali pada Kajian Fikih Ulama Nusantara. Sedangkan, bagi mahasantri baru sebagai pengenalan dan pandangan ke depan ia berada di Ma’had Aly Nurul Jadid. Selain itu, mahasantri maupun asatiz akan mendapat banyak ilmu pada acara Iftitah ad-Dirasah, karena acara ini dijadikan momentum oleh Ma’had Aly Nurul Jadid untuk mengundang nara sumber yang alim serta kompeten dalam bidang ilmu-ilmu Islam, terutama fikih dan ushul fikih sesuai konsentrasi Ma’had Aly Nurul Jadid.
Berangkat dari inisiatif Gus Fayyadl tersebut, panitia Iftitah ad-Dirasah saat itu mendatangkan nara sumber dari Lajnah Turats Ilmi (LTI) Syaikhona Kholil Bangkalan dengan mengusung tema “Pandangan Fikih Syaikhona Kholil Bangkalan dalam kitab Fathul Lathif”. Lajnah Turots Ilmi (LTI) merupakan sebuah gerakan para dzurriah Syaikhona Kholil yang bergerak dalam bidang penelitian, dokumentasi, serta publikasi karya-karya Syaikhona Kholil Bangkalan. Tim tersebut diwakili oleh Lora Utsman selaku ketua LTI dan Lora Ismael al-Kholilie selaku katib atau sekretaris LTI.

Ada hal yang menarik bagi kami pribadi, bahwa keinginan Gus Fayyadl selaku mudir untuk membuka perkuliahan (Iftitah ad-Dirasah) di Ma’had Aly Nurul Jadid dengan mendatangkan nara sumber dari Lajnah Turots Ilmi (LTI) Syaikhona Kholil Bangkalan, ternyata tidak berangkat dari ruang hampa. Upaya ini bertujuan untuk menyambung kembali pemikiran serta menjaga sanad keguruan KH Zaini Mun’im (pendiri PP Nurul Jadid) yang pernah berguru langsung kepada Syaikhona Kholil Bangkalan.
