Tentu, upaya ini tidak bisa dibebankan kepada dosen atau kampus semata. Diperlukan kerja sama yang erat antara akademisi, ulama, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Nurcholish Madjid pernah mengatakan bahwa, “Modernisasi bukanlah sekularisasi, tetapi rasionalitas. Dan Islam sangat mendukung rasionalitas yang bertanggung jawab secara moral.” Dunia Islam tidak perlu memusuhi kemajuan, tetapi perlu menempatkan akal dan ilmu dalam bingkai etika dan tauhid.

Kini universitas Islam berada di titik persimpangan: antara menjaga identitas keislaman atau mengikuti arus perkembangan zaman. Namun sebenarnya, keduanya tidak perlu dipertentangkan. Justru inilah saat yang tepat untuk menunjukkan bahwa keimanan dan ilmu pengetahuan bisa berjalan beriringan, saling menguatkan, bukan saling menegasikan.
