Mensyiarkan Bidah Tahun Baru Hijriah

Jika umat beragama dipaksa menjalankan kehidupan yang sesuai dengan konstruksi sosial abad ke-7 Masehi, ini sama saja dengan mengajak manusia tidak bergerak, dan ini artinya agama menjadi mesin penghenti waktu dan penjara kreativitas. Jelas ini bertentangan dengan kredo dan spsirit agama (Islam) itu sendiri yang memerintahkan pemeluknya untuk menggunakan akal dan berpikir kreatif.

Dinamika kehidupan dan perkembangan realitas menuntut manusia melakukan perubahan, termasuk dalam hal tata cara dan pola ibadah, terutama dalam ibadah ghairu maahdlah, yaitu ibadah yang praktik ritualnya  tidak ada juklak dan juknisnya secara baku. Pada ritual ibadah jenis ini manusia boleh berkreasi sesuai zamannya. Inilah yang dilakukan oleh para ulama sehingga lahir ilmu fikih, tasawuf, akhlak, dan sebagainya yang memberikan rumusan-rumusan mengenai praktik ritual ibadah ghairu mahdlah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebaliknya, pada ibadah mahdlah, yaitu ibadah yang praktik ritualnya sudah ada ketentuan pasti, seperti salat wajib, puasa ramadhan, haji, maka tidak boleh dilakukan pembaharuan. Misalnya, mengubah salat wajib menjadi enam waktu, mengubah arah kiblat salat ke Tugu Monas, atau haji dipindah ke Petamburan, dan sejenisnya.

Dengan adanya ruang gerak pembaharuan (bidah) pada ibadah ghairu mahdlah, eksistensi Islam dapat terjaga hingga saat ini, dan umat Islaam dapat melaksanakan ibadah dengan mudah. Sebaliknya, tanpa adanya bidah, agama akan mati dan sulit diamalkan, karena manusia dipaksa menjalani hidup sesuai dengan kondisi abad ke-7.

Jelas di sini terlihat bidah merupakan keniscayaan dalam kehidupan, karena dengan adanya bidah, maka beragama menjadi mudah. Melalui bidah, agama jadi indah. Bidah adalah kreativitas beragama yang membuat umat beragama menjadi kreatif dalam mengekspresikan ajaran agamanya. Tanpa bidah, tak ada tahun baru Hijriah. Oleh karena itu, dalam tahun baru Hijriah, sebaiknya umat Islam mensyiarkan bidah demi menciptakan maslahah dan menjaga hidayah agar agama menjadi semakin indah dan meriah.

Tinggalkan Balasan