Menuju STQ Nasional XXVI Sofifi #3: Menggali Spirit, Mengembangkan Potensi

Maluku Utara juga memiliki potensi budaya yang eksotik. Beberapa seni budaya Maluku Utara telah memperoleh sertifikat sebagai warisan budaya tak benda (WBTb), di antaranya seni pertunjukan Beka Yai, Laka Baka, adat perkawinan Sula Mata, dan kuliner Halua Kanari.

Untuk mengukuhkan dan menumbuhkan kembali identitaas budaya Maluku Utara, khususnya Halmahera Barat, yang kaya dengan dengan tradisi dan berbagai kearifan lokal, telah diselenggarakan Festival Teluk Jailolo sejak 2009.  Dalam event ini dilakukan ritual Sigofi Ngolo, upacara tradisional bersih laut dan tabur bunga guna memohon kelancaran dan berziarah ke Pulau Baboa. Data ini menunjukkan Maluku Utara merupakan kawasan yang menarik untuk wisata bahari.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di Maluku Utara juga sudah terbentuk beberapa desa wisata, di antaranya Desa Wisata Bobanehana. Di desa ini masyarakat membuat paket wisata untuk menikmati wisata alam kebun rempah seperti cengkeh, pala, dan kelapa dan belajar tentang kehidupan petani rempah sambil berkeliling naik gerobak sapi.

Lalu ada juga Desa Wisata Guaeria. Desa yang terletak di kawasan pesisir ini menawarkan keindahan pemanadangan Teluk Jailolo dengan kulinernya yang lezat. Di desa ini pula para wisatawan dapat mengikuti aktivitas budaya wisata laut, seperti Huhati, yaitu memancing dengan teknik tradisional masyarakat yang ramah lingkungan.

Di Desa Wisata Gamtala kita bisa berwisata menyusuri hutan mangrove sambil menyaksikan langsung kehidupan masyarakat di sekitar aliran sungai, seperti proses pengolahan sagu, mencari kerang, dan menikmati acara adat Orom Saradu. Ini suatu tradisi yang memiliki nilai luhur dan sarat dengan makna yang mendalam bagi masyarkat Halmahera Barat.

Tinggalkan Balasan