Menyambut Imam Besar Umat Islam

Islam terus tumbuh dan berkembang. Dalam perkembangannya, tentu saja cobaan-cobaan bagi umat Rasulullah juga semakin deras. Namun, tak mengapa, tidak ada yang pantas didapatkan selain iman. Seberapa pun besar beban yang mereka tanggung, tetap saja, yang paling nikmat adalah nikmatnya iman dan nikmatnya berada di sisi Rasulullah.

Saat itu, Nabi Muhammad dan para sahabatnya tiba di Madinah. Betapa senang hati penduduk Madinah, tak terbandingkan dengan kesenangan apa pun. Kaum Anshor, begitu mendengar kabar bahwa Rasulullah Muhammad hendak berhijrah dari Mekkah menuju ke wilayahnya, tak sehari pun mereka lewatkan dengan menunggu kedatangan Sang Nabi. Di kala pagi, mereka keluar rumah untuk menanti sosok mulia tiba. Dan, tepat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun ke-14 kenabian, atau tepat pada tanggal 23 September 622 Masehi, Sang Nabi tiba.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kaum muslimin yang ada di Madinah, serta kaum Yahudi yang ada di sana, sontak berbondong-bondong menyongsong kedatangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Hari itu adalah hari paling membahagiakan bagi kaum Anshor. Sambutan hangat penuh suka cita itu ditangkap oleh Rasulullah. Selawat terus-menerus dilantunkan oleh mereka,

Tinggalkan Balasan