Sejatinya, menyelamatkan literasi adalah menyelamatkan pesantren dari ketertinggalan, kebodohan, dan kesesatan berpikir. Karena di zaman ini, diam adalah kekalahan, dan buta literasi adalah jalan menuju kehancuran. Mari mulai dari diri sendiri: dari satu pertanyaan, satu halaman, satu pemikiran. Wabillahi taufiq.

Wah, mantap nih analisisnya. Bagaimana situasi terkini LITERASI di PP Annuqayah, Mas?
Secara umum, masih ter-cover dengan baik 🙂