Di esai pertama, “Sawah-sawah yang Berubah Menjadi Perumahan”, pembaca disuguhi oleh beragam pendapat warga kampung perihal keluhungan memelihara keasrian sawah versus laju pembangunan yang meniscayakan pengorbanan besar.
Di bagian kedua, “Perubahan Zaman” perlahan menggeser buku sebagai konsumtivisme intelektual. Iqbal membangun argumennya lewat proses refleksi buku-buku yang dimiliki juga pengamatannya akan gaya hidup generasi zaman sekarang.

Esai “Perihal Angka-angka Kolesterol” dalam general check up di hadapan sate-sate kambing yang menggugah selera. Iqbal membangun sudut padangangnya lewat cerita nyata banyak orang berumur panjang meski tetap makan sate plus penjelasan metematis saintis dan medis.
Lalu di bagian esai Perihal Tragedi Pembantaian Mesir yang diduga pelakunya beragama Islam, pembaca disuguhi dengan kedalaman pemaknaan sekaligus mengajak berpikir logis. Islam sebagai agama memiliki alat tertentu dalam menyampaikan substansi-substansi ajaran. Sebab, zaman Rasulullah sangat berbeda dengan masyarakat sekarang. Maka dari itu, alat bahasa dalam menyampaikan ajaran agama juga pastilah berbeda.
