Menyimak Hafalan dengan Hafalan

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Namun, dalam prosesnya tidak bisa dilepaskan dari peran seorang guru. Karena dari gurulah kita mendapatkan ilmu. Walaupun saat ini semua pengetahuan dan informasi bisa kita dapatkan dari Internet, akan tetapi jalur yang terbaik dalam mencari ilmu adalah dengan mengikuti majelis ilmu yang dibimbing oleh guru.

Di lingkungan pondok pesantren, hubungan santri dengan guru sangat erat. Guru atau yang kita sebut ustaz/ustazah di pesantren gemar mendoakan santri-santrinya. Begitu pula santri, yang ketika memulai mengkaji kitab diajarkan untuk terlebih dahulu mengirimkan doa dengan membaca surat al-Fatihah untuk guru atau pengarang kitab.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tidak jauh berbeda di pondok tahfiz, yang fokus pada ilmu Al-Quran dan hafalan. Hubungan rohaniah antara ustaz/ustazah dengan santri pun dikuatkan. Setiap memulai setoran Al-Quran, misalnya, baik binadhor (dengan membaca) maupun bilhifdzi (dengan hafalan), ustaz ataupun ustazah akan memimpin para santri untuk mengirim doa (membaca surat al-Fatihah) kepada Nabi Muhammad SAW, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, dan para kiai.Mengirim doa tadi juga diwajibkan bagi santri saat nderes sendiri, yaitu ketika membuat hafalan baru atau murojaah (mengulang hafalan) dalam kondisi sendiri dan konsentrasi.

Tinggalkan Balasan