Menyimak Hafalan dengan Hafalan

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengenang ustazah kami, ustazah Fatrotin yang sudah wafat dua bulan yang lalu karena penyakit kanker. Selama beliau menyimak kami di Pondok Pesantren Al Azhar Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, beliau jarang sekali membuka Al-Quran untuk menyimak kami.

Beliau punya hafalan Al-Quran yang kuat. Saat kami terbata-bata dan terus berputar di ayat yang sama karena lupa lanjutan ayatnya, beliau dengan cepat memberi tahu kami lanjutan ayatnya. Terkadang beliau bertanya “juz berapa mbak?” untuk memastikan ayatnya karena banyak ayat yang sama antara satu juz dengan juz yang lain. Saat tahu juz berapa yang kita setorkan, beliau dengan mantap memberi tahu lanjutan ayatnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Terakhir kali menurut tukang gali kubur untuk pemakaman beliau, liang lahatnya berbau harum yang harumnya tidak ditemukan di parfum manapaun yang ada di dunia. Itulah kebaikan yang beliau peroleh karena selalu menjaga hafalan Al-Quran. Semoga kitab bisa meneladani beliau yang istiqomah membaca Al-Quran dan dapat memiliki hafalan yang bagus seperti beliau. Aamiin.

Tinggalkan Balasan